Penjelasan Respirasi Anaerob dan Contohnya

Respirasi anaerob adalah salah satu jenis respirasi yang tak menggunakan oksigen sebagai penerima akhir saat pembentukan ATP. Respirasi yang juga sering disebut fermentasi ini menggunakan glukosa sebagai substrat.

Contoh Organisme yang Melakukan Fermentasi

Di alam raya, terdapat beberapa contoh organisme yang melakukan proses respirasi anaerob atau fermentasi. Diantaranya adalah :

  • Bakteri
  • Protista

Lumpur, rawa, sisa makanan yang di awetkan, dan tempat lain yang sangat minim oksigen adalah habitat utama bakteri serta protista yang melakukan fermentasi.

Sumber : biologigonz.blogspot.de

Beberapa organisme bisa melakukan respirasi secara aerob dan anaerob. Biasanya, organisme seperti ini melakukan respirasi anaerob atau fermentasi ketika lingkungannya minim oksigen. Contohnya : Sel-sel otot manusia akan melakukan fermentasi saat kekurangan oksigen.



Yang Terjadi saat Respirasi Anaerob

Saat respirasi anaerob, glukosa dipecah menjadi dua (2) molekul asam piruvat, 2 NADH, dan terbentuklah 2 ATP. Namun, reaksi pada fermentasi tidak secara sempurna memecah glukosa menjadi karbondioksida dan air. ATP yang dihasilkannya pun tidak sebesar ATP hasil dari proses glikolisis.

Jenis Respirasi Anaerob

Fermentasi (respirasi anaerob) dapat dibedakan berdasarkan hasil akhir dari prosesnya. Antara lain :

[1] Fermentasi Asam Laktat

Fermentasi asam laktat termasuk respirasi anaerob. Sesuai namanya, hasil akhir dari fermentasi ini adalah asam laktat, atau biasa disebut asam susu.

Sebagian masyarakat menyebut asam laktat dengan “asam kelelahan”. Mengapa demikian? Karena zat ini sangat berkaitan erat dengan rasa lelah. Pada manusia, penimbunan asam laktat terjadi ketika kita bergerak melebihi batas normal tubuh. Penimbunan asam laktat tersebut merupakan hasil akhir dari fermentasi pada otot tubuh manusia.

Proses Fermentasi Asam Laktat

Fermentasi asam laktat
Sumber : Biologi Edukasi

Proses fermentasi ini diawali dengan glikolisis yang hasilnya adalah asam piruvat. Pada proses ini tidak ada oksigen yang menjadi reseptor terakhir, selanutnya asam piruvat tersebut diubah menjadi asam laktat. Akibat dari hal ini adalah elektron yang tidak meneruskan perjalanannya, tidak lagi menerima elektrondari NADH dan FAD. Karena elektron tidak tersalurkan, maka NAD+ dan FAD yang diperlukan pada siklus krebs juga tidak terbentuk. Akhirnya, siklus krebs tidak terjadi.

Pada dasarnya, asam laktat merupakan zat kimia yang merugikan. Ia bersifat toksis, atau beracun.

[2] Fermentasi Alkohol

Perlu kita ketahui, pada beberapa organisme berukuran mikro, proses pembebasan energi terjadi dikarenakan asam piruvat diubah menjadi asam asetat dan CO2 (karbon dioksida). Kemudian, asam asetat diubah menjadi alkohol. Dalam proses ini, NADH diubah menjadi NAD+. Dengan terbentuknya NAD+ ini, glikolisis bisa terjadi. Maka, dikarenakan hal tersebut asam piruvat selalu ada, yang selanjutnya diubah menjadi energi.

Respirasi Anaerob : Proses Fermentasi Alkohol
Sumber : Biologi Online

Hasil Fermentasi Alkohol

Pada fermentasi alkohol, energi (ATP)  yang dihasilkan dari 1 molekul glukosa adalah 2 molekul ATP.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *