Peran Enzim dalam Metabolisme

Peran Enzim dalam Metabolisme – Salah satu reaksi kimia yang ada dalam tubuh manusia adalah proses metabolisme. Dalam proses ini terjadi perubahan sanyawa kimia yang melibatkan enzim sebagai  biokatalisator yang berfungsi untuk mempercepat metabolisme dalam tubuh. Proses metabolisme merukan sebuah proses yang kompleks, sehingga perlu untuk diketahui terkait bagaimana peran enzim dalam metabolisme dalam tubuh.

Penemuan terkait peran enzim berlangsung pada abad 19. Para pakar menemukan bahwa enzim memiliki peran dalam proses metabolisme dalam tubuh manusia.

peran enzim dalam metabolisme
Sumber : essays.biochemistry.org

Manfaat dan Peran Enzim dalam Metabolisme

Berikut ini penjelasan terkait peran enzim dalam metabolisme tubuh manusia :

  • Mempercepat reaksi kimia tanpa ikut bereaksi

Enzim merupakan komponen protein (apoenzim) sebagai penyusun utama dan komponen non protein (kofaktor) yang dapat membedakan enzim satu dengan lainnya.Proses penggabungan dua komponen enzim penyusun ini menghasilkan sanyawa kimia yang mempunyai kemampuan katalik tanpa beraksi.



Pada metabolisme dengan enzim, substrat yang akan diubah akan berikatan terlebih dahulu dengan enzim. Setelah terbentuk produk, enzim akan melepaskan diri dan kembali pada bentuk semula. Dengan demikian produk yang terbentuk tidak akan terkontaminasi dengan unsur dari enzim. Oleh karena itu mempercepat proses metabolisme merupakan peran enzim dalam metabolisme tubuh manusia.

  • Menurunkan energi aktifnya

Para pakar telah menyebutkan keuntungan dari peran enzim dalam metabolisme adalah menghemat energi yang dibutuhkan untuk melakukan metabolisme dalam tubuh. Dengan demikiam, enzim dapat menurunkan energi yang dibutuhkan oleh aktivasi dalam metabolisme.

Hal ini dapat disamakan dengan cara kerja penggunaan pesawat sederhana untuk memindahkan barang. Ketika kita akan memindahkan air dari satu bak ke bak lain dengan menggunakan ember akan lebih cepat dan efisien dibanding memindahkan dengan tangan. Begitu juga dengan metabolisme sel di dalam tubuh. Enzim yang dianalogikan sebagai ember dalam cerita tersebut akan mempermudah suatu metabolisme.

Dengan demikian, penggunaan enzim dalam metabolisme akan membantu tubuh “menghemat” energi.

  • Hanya mengikat substrat yang sesuai dengan sisi aktifnya

Ribuan sanyawa dalam tubuh dapat dibedakan oleh enzim. Enzim hanya akan mengikat substrat dalam reaksi kimia yang cocok dengan sisi aktif enzim. Model induksi dipercaya sebagai mekanisme kerja enzim dalam suatu reaksi. Enzim memiliki sisi aktif yang bentuknya fleksibel. Hanya substrat yang memiliki titik spesifik dengan sisi aktif enzim yang akan diikat.

Oleh karena itu, suatu reaksi kimia hanya akan dibantu oleh enzim tertentu tanpa harus khawatir akan terganggu dengan kehadiran enzim lainnya. Contoh metabolisme amilum akan dikatalisis oleh enzim amilase. Meskipun terdapat lipase (enzim pemecah lemak), amilum hanya akan dapat diikat oleh amilase. Dengan demikian metabolisme amilum tetap dapat berlangsug tanpa gangguan dari enzim lain.

  • Dapat digunakan untuk berkali – kali

Enzim yang telah terlibat dalam metabolisme ini masih dapat digunakan untuk mengkatalisis reaksi yang sama. Enzim dapat digunakan berkali – kali untuk reaksi yang sama. Kerusakan struktur enzim seperti yang disebabkan oleh suhu yang terlalu tinggi sehingga membuat enzim terdenaturasi (rusak) adalah salah satu penyebab terganggunya suatu metabolisme.

  • Mendapatkan produk yang diinginkan

Enzim memiliki peran dalam menghasilkan produk yang diinginkan dalam waktu yang relative cepat. Kita akan mendapatkan produk yang diinginkan dari substrat tersebut. Contoh dalam suatu reaksi pemecahan amilum akan mendapatkan produk berupa glukosa.

Contoh lainnya ialah penggunaan enzim ligase untuk menggabungkan dua rantai DNA yang terputus atau DNA yang berbeda untuk menghasilkan DNA rekombinan.

Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *