Pengertian Resistor : Fungsi, Aplikasi, dan Cara Menghitungnya

Kali ini, sistemtenaga.com akan membahas mengenai resistor dan bagaimana cara mudah menghitungnya. Yuk langsung saja.

Pengertian Resistor

Singkatnya, resistor adalah komponen yang biasa digunakan untuk menghambat / membatasi arus pada suatu rangkaian listrik. Bagaimana resistor bisa mengakibatkan hal tersebut? Simak konsep dan cara kerja resistor di bawah ini.

Simbol dan Gambar Resistor

Di bawah ini adalah simbol resistor :

Simbol Resistor



Contoh gambar resistor :

Resistor Adalah
Contoh resistor yg biasa ditemui

Konsep & Cara Kerja Resistor

  • Pada praktiknya, sebuah konduktor yang dilewati arus listrik pasti memiliki nilai ‘resistansi’.
  • Resistansi, disimbolkan dalam ohms (Ω), menunjukkan berapa banyak resistor menahan arus dalam suatu rangkaian listrik.
  • Besarnya resistansi tergantung dari electric properties dan faktor geometris dari sebuah material.
  • Sifat khas dari material tersebutlah yang banyak digunakan untuk mengontrol atau membatasi arus listrik pada suatu rangkaian.
  • Selanjutnya, konduktor yang memiliki sifat menahan arus listrik tersebut dinamakan resistor.
  • Resistor merupakan elemen disipatif. Dia mengonversi energi listrik menjadi energi panas.

Fungsi & Aplikasi Resistor

  • Membatasi besar arus yang melewati suatu rangkaian listrik, sesuai keinginan kita.
  • Mengurangi level tegangan pada rangkaian listrik. (Menggunakan konsep pembagian tegangan atau voltage divider)
  • Sebagai ‘pemuncul’ arus listrik. Kok bisa? Tegangan harus dihubungkan pada material yang memiliki nilai resistansi untuk memunculkan arus.
  • Sebagai sensor. Contoh : photoresistor mendeteksi kondisi cahaya, thermistor mendeteksi kondisi temperatur, strain gauge mendeteksi kondisi beban, dll)
  • Pada rangkaian elektronika, resistor digunakan sebagai elemen pull-up dan pull-down untuk menghindari sinyal floating.
Resistor Tegangan Tinggi
Source : DirectIndustry

Power Rating pada Resistor

Selalu perhatikan power rating atau rating kapasitas dari resistor yang Anda gunakan. Pastikan Anda tidak bekerja pada daya di atas power rating resistor tersebut. Penggunaan resistor melebihi kapasitas kerjanya dapat menyebabkan resistor terbakar, yang tentunya dapat merugikan dan membahayakan Anda.

Bahan Pembuatan Resistor

Resistor bisa dibuat dengan banyak sekali material. Beberapa bahan di bawah ini adalah yang paling banyak digunakan untuk membuat resistor :

  1. Carbon film
  2. Komposit carbon
  3. Metal oxide
  4. Metal film
  5. High power wire wound

Bagaimana Cara Menghitung Nilai Resistor

Bila kita membeli resistor di pasaran, akan kita temukan berbagai warna pada tubuh resistor yang kita beli. Ya, kita dapat menghitung besar resistansi resistor dari melihat warna gelang pada resistor. Biasanya, di resistor terdapat 4-6 gelang. Di bawah ini adalah cara mudah menghitung nilai resistor 4 warna.

Rumus mudah untuk menghitung nilai resistansi tersebut adalah :

Cara menghitung nilai resistor

Dengan A, B, C, dan tot adalah warna gelang pada resistor dengan urutan seperti di bawah ini :

Berikutnya, Anda harus tau bahwa setiap kode warna mewakili nilai-nilai tertentu. Simak tabel kode warna resistor di bawah ini.

Tabel Kode Warna Resistor

Kode Warna Gelang Resistor
Kode Warna Toleransi

Contoh Perhitungan Nilai Resistor

Diketahui resistor di bawah ini.

Berapa nilai resistansinya?

Pembahasan

Gelang pertama : Kuning = 4

Gelang kedua : Violet = 7

Gelang ketiga : Merah = x 100

Gelang keempat : Emas = ± 5% Toleransi

Nilai resistansi resistor = 47 x 10² ± 5% Ohm

Gampang kan?

Alternatif cara menghitung nilai resistor

Selain menggunakan penghitungan manual di atas, Anda juga dapat mengetahui nilai resistansi resistor dengan mudah menggunakan alat ohm meter dan multimeter.

Semoga bermanfaat 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *