Pengertian dan Fungsi Enzim Pepsin

Penjelasan dan Fungsi Enzim Pepsin – Tahukah anda, bahwa dalam tubuh manusia terjadi berbagai proses kimiawi? Hal ini merupakan sebuah hal yang sebenarnya sangat menakjubkan. Proses ini tidak terlepas atas kekuasaan Sang Pencipta yang menciptakan susunan serta kerangka yang sangat kompleks dalam diri kita. Di dalam tubuh manusia saja terdapat sebuah Enzim yang berguna sebagai pemecah protein menjadi asam amino.

Untuk lebih jelasnya akan kami bahas terkait pengertian dan fungsi Enzim pepsin dalam tubuh manusia pada tulisan kali ini ya.

Pengertian Pepsin
Sumber : Bdsino.com

Proses pencernaan protein pada sistem pencernaan dalam tubuh manusia dibantu oleh enzim. Enzim memiliki fungsi salah satunya sebagai pemecah protein (proteolitik) menjadi asam amino. Setelah terbentuk asam amino, maka akan diserap melalui pembuluh darah di usus halus. Asam amino ini akan dikirim ke dalam sel untuk digunakan sebagi bahan pembuatan protein melalui sintesis protein.

Salah satu enzim yang berperan mengkatalisis hidrolisis protein ialah enzim pepsin.



Pengertian & Penjelasan Enzim Pepsin

Enzim pepsin adalah sekelompok proteolitik yang mampu memecah ikatan peptida pada protein dalam makanan yang masuk ke dalam sistem pencernaan. Enzim pepsin disekresikan oleh sel – sel pada dinding lambung bersamaan dengan getah lambun lainnya. Proses pelepasan atau sekresi ini diakibatkan oleh rangsangan hormon gastrin dan saraf dalam sistem pencernaan. Lambung adalah tempat pertama terjadinya pencernaan lemak. Enzim pepsin merupakan bentuk aktif dari pepsinogen (zymogen).

Bagian lambung yang memiliki sifat asam menjadi lingkungan yang optimal untuk proses kerja enzim pepsin. Pepsinogen merupakan fase zymogen atau fase non aktif enzim pepsin. Lingkungan asam yang dimiliki oleh lambung diakibatkan oleh senyawa asam klorida yang disekresikan oleh getah lambung. Dengan asam lambung ini, pepsinogen akan berubah menjadi bentuk aktifnya yaitu pepsin. Setelah itu, pepsin yang telah terbentuk akan mengaktifkan pepsinogen lainnya.

Peran dan Fungsi Enzim Pepsin

Adapun peranan atau fungsi dari enzim pepsin yaitu :

1. Hidrolisis protein (proses pemisahan)

Kemampuan enzim pepsin memutuskan ikatan jaringan peptide dalam protein yang kompleks membantu tubuh menghasilkan asam amino yang dibutuhkan. Pemecahan protein ini akan menghasilkan pepton yaitu polipeptida yang ukurannya lebih kecil dibanding dengan protein.

Pencernaan protein oleh pepsin merupakan yang pertama yang terjadi di lambung. Asam amino akan diperoleh pada pencernaan pepton di dalam usus duabelas jari. Enzim pepsin bekerja optimum pada pH 1-3. adanya HCl (asam klorida) akan membantu enzim ini bekerja secara optimum. Tingkat keasaman (PH) yang rendah (asam kuat) ini dibutuhkan enzim pepsin untuk memutuskan ikatan peptida. Sehingga apabila terjadi gangguan sekresi HCl maka dapat membuat enzim pepsin terurai (jika pH lambung 5).

2. Merangsang pengaktifan pepsinogen

Enzim pepsin kemudian dilepaskan berupa zymogen yang merupakan pepsinogen yang bersifat tidak aktif. Hcl akan mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin sehingga mampu mengkatalisis hidrolisis protein menjadi pepton. Pepsin yang terbentuk ini selanjutnya akan merangsang pengaktifan pepsinogen lain untuk menjadi pepsin.

fungsi enzim pepsin
sumber : pepsinenzyme.weebly.com

Dengan demikian, keberadaan pepsin di dalam lambung befungsi untuk merangsang sekresi pepsinogen dan mengubah pepsinogen menjadi bentuk aktifnya (pepsin). Sehingga mampu mengkatalisis pemecahan protein.

3. Penyerapan vitamin B-12 dan zat besi

Diketahui bahwa vitamin B-12 dan mineral besi yang terdapat di protein akan diputuskan dari ikatan peptida pada protein tersebut. Dengan demikian, tubuh akan mendapatkan kedua unsur essensial yang dibutuhkan tubuh. Dengan bantuan asam lambung, enzim pepsin akan mengurai ikatan vitamin B-12 dan zat besi yang terikat dengan protein. Dengan demikian akan memudahkan penyerapan nutrisi kedalam tubuh.

Pengertian dan fungsi Enzim pepsin sangat penting untuk diketahui dan dipahami. Biar apa? Agar kita bisa mengontrol makanan yang masuk kedalam tubuh kita, sehingga kesemuanya dapat diubah menjadi  protein yang benar-benar dibutuhkan oleh tubuh.

Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *